Recent Posts
  • I Love U
  • Ko Mau di Poligami??
  • Poligami? Oh No!!
  • Sekarang Internetan Murah
Today visitors
Hosts: 5

counter
Rumpi Corner

Twitter Button from twitbuttons.com

Poligami? Oh No!!

Sebenarnya tulisan ini sudah saya tulis di Opera Vienovt, tapi berhubung non anggota my opara ga bisa komen, maka saya copas saja ke sini.

Sekitar seminggu yang lalu seorang teman FB bikin postingan yang rada nyeleneh (menurut saya sih), kurang lebih seperti ini kutipan postingannya “Poligami…. banyak Hikmah yg terkandung didalamnya….”.

Sebagai kaum wanita jelas-jelas saya kontra dengan pendapatnya tersebut. Banyak hikmah yang terkandung didalamnya??? masa sih?? buat saya itu sih hanya pembelaan diri dari seorang yang hendak atau sudah melakukan poligami saja.

Kemudian ada beberapa komentar balasan dari dua orang teman yang menarik bagi saya sebagai penjelasan rinci dari poligami dalam Islam.

Mas FAA : “contoh paling baik poligami adalah nabi…nabi berpoligami setelah Khadijah ra meninggal dunia. kemudian nabi menikah kembali dg kemampuan dan alasan-alasan yg mumpuni ditambah dg tuntunan dari cahaya kenabian. adakah kita mampu melakukannya dengan keterbatasan yg kita miliki, sementara APA YG DILAKUKAN NABI BELUM TENTU BAIK TUK KITA…? NABI DAN KITA ADALAH BAGAI BUMI DAN LANGIT, HAK NABI BELUM TENTU HAK KITA….”.

MAS FAA : “banyak laki2 berpoligami dgn alasan ingin mencontoh nabi (sunah rasul), padahal apa yg dilakukan nabi atas perintah langsung Tuhan, sdgkn kita atas perintah siapakh atau apakah? jgn sekali-sekali berpoligami dg alasan ingin mencontoh nabi, kita menjadi zalim karenanya yaitu tidak menempatkan sesuatui pada tempatnya (tidak proporsional).”

Mas FAA : “Nabi sangat suka memakan daging kambing panggang, terutama pada bagian kakinya. jika anda ingin berpoligami dg alasan ingin mencontoh nabi, anda yg berpoligami yg juga pendrita stroke cobalah anda mencontoh kesukaan nabi memakan daging kambing tsb. JANGAN ANDA MENCONTOH HANYA TUK BAGIAN YG ENAK AJ BAGI ANDA. YG BAIK BAGI NABI BELUM TENTU BAIK TUK KITA…JIKA ANDA PAKSAKAN, RUSAK IBADAH ANDA, BUKAN SEBAGIAN BISA SAJA KESELURUHAN.
@Novita: Surah Annisa ayat (2) adalah landasannya, sedangkan ayat (3) adalah cermin diri bagi kita tuk melaksanakan ayat (2).”

Mas MSS : “ikuti sunnah nabi…,tapi dari lebih 10 x pernikahan nabi hanya satu kali menikahdg gadis,yang lainnya janda lebih tua dr beliau dan sudah nenek2,krn nabi menikah lbh dr satu setelah usia lewat dr 50 th( 25 th pernikahan hanya dg 1 orang sd siti chadijah meninggal),jd Nabi Muhammad menikah dlm konteks perjuangan islam,mengkaji Qur’an aja hrs dilihat asbabun nuzul nya,jd jangan dilihat enak kawinnya,jaman skrng mana ada laki2 yg mau kawin ama yang lebih tua,nenek2,janda,banyak anak miskin lagi…,betul kaga ibu2..,nona2..,gadis2..”

Nah, komentar-komentar tadi rasanya sangat gamblang menjelaskan poligami dalam Islam agar kaum laki-laki tidak seenaknya saja berpoligami. So, hati-hati dengan niatmu kawan…

Tags: , , ,

5 Responses to “Poligami? Oh No!!”

  1. ivan says:

    Assalamuálaikum, wr.wb.

    Kalau kita bicara dengan menggunakan hati yg berlandaskan kepada Syariat Islam, sah2 saja dengan yg namanya Poligami.

    Akan tetapi, apakah setiap manusia dapat menerimanya? jawabannya tentu berpulang kepada diri sendiri.

    Kalau dia dapat berlaku secara Syarí tentunya hal tersebut bukanlah hal yg mustahil, namun bagi orang yg tdk dapat hal tersebut dianggap tabu.

    Kemudian yg menjadi Polemik sekarang ini adalah, apa sebenarnya hukum Poligami itu menurut Islam? kalau di negara yg kita cintai ini masih berdasarkan UU no 1 tahun 1974, yg mana hal berpoligami dibatasi dengan ketat tata cara dan pelaksanaannya. Yg kemudian timbul menjadi masalah adalah, kenapa kok orang yg menjalankan ibadahnya (menurut mereka yg menganut paham poligami)diatur oleh pemerintah? sedangkan ibadah yg yg lainnya tidak? aneh bukan?

    kalau kita melihat dari sebab musababnya nabi muhammad berpoligami, tentu jawaban orang yg kontra dengan poligami adalah semata-mata bahwa nabi ingin syiar… akan tetapi, bisakah dia menjawab pertanyaan2 dari umat yg lain (non islam red) bahwa nabi muhammad adalah seorang yg hiperseks? kalau hanya jawabannya untuk pengembangan syiar, kenapa harus menikah? bukankah masih banyak cara lain untuk syiar?
    kalau sekedar untuk mengembangkan agama islam kenapa kok nabi muhammad mengawini orang yg notabene belum cukup umur, yaitu siti aisyah r.a.?
    kalau sekedar untuk syiar kenapa kok setelah dinikahkan mereka juga harus (maaf,) berhubungan badan juga dengan nabi?
    kalau sekedar untuk syiar kenapa kok ada salah satu isteri nabi yg tadinya isteri orang lain, kemudian dikawin oleh nabi?

    bisakah kalian para penentang poligami menjawab hal tersebut????

    ataukah kalian para wanita senang dengan tingkah polah para suami yg berpura-pura alim dirumah namun ternyata para suami itu punya isteri simpanan? atau bahkan jajan?… bahkan ada seoran isteri yg sempat mengucap biarin suamiku jajan yg penting dia tidak kawin lagi…? (bukankah artinya ini sama saja membuat para suami itu masuk kedalam jurang kesesatan yg nyata? boleh zina asalkan tidak menikah?)

    banyak rahasia2 yg terkandung didalam poligami dan tentu poligami yg mana yg dimaksud, apakah sesuai dg tuntunan syarí ataukah hanya berdasarkan nafsu syahwat belaka?

    Wassalamuálaikum, wr.wb.
    Saturday, 17th April 2010
    Best Regards

    Al-faqir
    Ivan Maruhawa

  2. ivan says:

    Assalamuálaikum,wr,wbr.

    Sambungan Poligami,
    Surat Annisa ayat 2
    adalah landasan Poligami
    Surat Annisa ayat 3
    adalah syarat pelaksanaannya

    Bagi kebanyakan kaum kontra poligami, ayat ke tiga ini sebagai alasan untuk menentang kaum pria.

    syartnya kan harus adil, apabila tidak dapat berlaku adil maka hindarilah poligami….

    yang menjadi pertanyaan adalah, kata2 adil, adil disini apa definisinya?
    penafsiran orang tentang adil kan ada banyak, tergantung mana yg bisa kita coba untuk maksimal menjalankan…

    ga akan bisa deh adil, satu isteri saja sudah ga adil…! bagaimana mau dua, tiga, empat?? itu dari sudut pandang seorang yg kontra poligami, namun kalau yg melihat dari sisi yg lain bagaimana dengan para wanita yg tidak punya imam/suami, kan tidak adil jika tidak berbagi…

    Ada lagi pendapat yg mengatakan bahwa yg berhak poligami adalah nabi seorang, karena beliau nabi kita bukan…., kalau begitu kenapa masalah poligami diterangkan dalam al-qurán? kemudian kenapa nabi mencontohkan? itu kan nabi, kita bukan….!! (jawaban kebanyakan wanita)
    Kalau begitu untuk apa nabi disebut dengan Uswatun Hasanah? kita sebagai umat harusnya juga tidak usah mengikuti ajaran2 yg lainnya donK? kita jawab saja, ïtu kan Nabi, kita kan bukan….!!! bagaimana ini?

    Sangatlah panjang penerangan masalah Poligami ini untuk kita kupas. nantikan sambungannya.

    Wassalamuálaikum, wr.wb.
    Saturday, 17th April 2010
    Best Regards

    Al-Faqir
    Ivan Maruhawa

  3. vienovt says:

    hixixixi… discussnya pindah nih??? kayanya panjangan komennya drpd artikelnya ya???

  4. FAA says:

    Assalaammu’alaikum.
    Muslim itu jk beribadah tentunya harus berdasar pada Al Qur’an dan Hadis + hal-hal yg telah disepakati oleh para ulama. kita sepakat bahwa contoh terbaik bagi muslim dalam beribadah adalah Rasulullah SAW,makhluk paling agung.Tidak ada bantahan sedikitpun tentang hal itu.

    Begitu jg dengan hal poligami, Rasulullah lah yg paling pantas ditiru. jika membaca bbrp comment saya di FB, sesungguhnya saya tidak pada posisi menentang dan mendukung umat berpoligami. Tetapi saya hanya ingin umat berhati-hati jk bermaksud berpoligami dan tidak bersembunyi pada alasan ingin mencontoh nabi. Padahal syarat poligamai bukanlah mencontoh nabi tapi introspeksi ke dalam diri (mengenal diri dahulu, Surah Annisa, 3)). Jika umat sudah mengenal dirinya, silahkan lakukan ibadah apa pun yg dapat mendekatkan diri umat pada Allah Azza Waj’ala, termasuk ibadah yg sangat sulit dan banyak diperdebatkan (bkn ditentang) oleh hawa, poligami.

    mengapa saya katakan paling sulit:
    1. karena ibadah poligami (setahu saya) disebut hanya satu kali dalam Al Qur’an (tidak terlalu dianjurkan oleh
    Allah Azza Waj’ala kepada umat). berbeda dengan Sholat (wajib dan sunnah Tahajjud), Puasa, Zakat, haji dan amal baik lainnya yg berulang2 (dianjurkan)Allah Azza Waj’ala untuk dijalankan;
    2. Memiliki istri lebih dari satu untuk Rasulullah merupakan hadiah (menurut pendapat saya) dari Allah, karena Allah mencintai nabi disebabkan ketaqwaan nabi kepada Allah Azza Waj’ala. saya berpendapat ayat tersebut ketentuan khusus untuk nabi. dgn demikian ada 2 kata kunci sulit (Insya Allah bisa dicapai) dalam poligami, yaitu Taqwa dan Adil.
    3. dalam Surah Annisa ayat 3 terdapat timbangan kebenaran menuju ma’rifat kepada Allah, yaitu jalan menuju muttaqin. Jadi tidak hanya sebatas pemahaman syariat.
    4. pelaksanaan poligami harus disesuaikan dengan kondisi sosial, politik, budaya dan ekonomi yg terjadi. umat harus menimbang-nimbang secara matang keadaan sosial, tujuan politik (latar belakang berlakunya UU Perkawinan), pergerakan budaya dan kemampuan ekonomi. Rasulullah mempertimbangkan seluruh elemen tsb.

    Dengan demikian melakukan ibadah dari yg ringan menuju yg berat sangat dianjurkan dalam islam, dan merupakan contoh dari nabi pula. Memang seluruhnya kembali kepada umat. Oleh sebab itu sangat penting bagi umat untuk mengenal dirinya sendiri, tentang keinginannya, tentang nafsu amarahnya, tentang nafsu birahinya, tentang hatinya yg mudah dibalik-balik, tentang syetan yg menjadi musuh yg nyata baginya. Oleh karena itu yg pertama-tama kita lakukan adalah meluruskan niat dalam beribadah, mengikhlaskan diri dan bersyukur atas apa yg sudah didapat.

    Wassalam

  5. Casino 1273971252…

    Casino 1273971252…

Leave a Reply